Horas.....horas....horas.......!!.... terima kasih atas kunjungannya salam kenal dan kompak selalu..


Rabu, 06 Mei 2009

Membuat Robot


Sesuai dengan tulisan pertama, disini saya akan membahas tentang Robot Cerdas Pemadam Api terkhusus yang sesuai spesifikasi KRCI.

Apa itu KRCI?

KRCI kepanjangan dari Kontes Robot Cerdas Indonesia. Kontes ini mulai diselenggarakan pada tahun 2004 bersamaan dengan pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI).

Kontes ini awalnya diusulkan oleh dosen ITB untuk mengimbangi KRI yang selalu didominasi oleh PENS-ITS dan Politeknik. Ternyata pada prakteknya KRCI tetap didominasi oleh Politeknik.

KRCI mengadopsi peraturan dari kontes robot pemadam api di Connecticut, Amerika. Dalam kontes ini sebuah robot berukuran maksimal 31 x 31 x 31 cm harus bisa memadamkan api lilin yang ditempatkan acak pada sebuah miniatur rumah dan kembali ke base (tempat start). Yang dinilai disini adalah kecepatan robot dalam menyelesaikan tugasnya.

image0022.jpg

Sebuah robot bersiap-siap didalam arena pertandingan

KRCI ini dibagi menjadi 2 divisi utama: senior dan expert. Senior dibagi lagi menjadi 2 beroda dan berkaki, adapun expert juga dibagi menjadi 2 single dan swarm. Divisi expert sendiri baru dimulai sejak tahun 2005 dan swarm baru dimulai pada tahun 2007. Tahun 2004 KRCI diselenggarakan di Balairung UI Depok diikuti oleh 14 peserta, 12 beroda dan 2 berkaki.

  1. S.M.A.R.T.1 - Institut Sains & Teknologi AKRPIND Yogyakarta – Beroda
  2. RADJA - Institut Teknologi Bandung – Beroda
  3. Fathonah - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – Beroda
  4. Kan_@yakan21 - Politeknik Manufaktur Bandung – Beroda
  5. EVO 113 - Politeknik Negeri Bandung – Beroda
  6. FIRE MOUSE - Universitas Bina Nusantara Jakarta – Beroda
  7. F R E E - Universitas Gajah Mada Yogyakarta – Beroda
  8. Zomblow - Universitas Indonesia Jakarta – Beroda
  9. F2R-UMJ - Universitas Muhammadyah Jember – Beroda
  10. EZI Universitas Negeri Jember – Beroda
  11. LOTUS TEAM - Universitas Negeri Malang –Beroda
  12. Smart Visy - Universitas Surabaya - Beroda
  13. Arachid - Universitas Surabaya – Berkaki
  14. IR-HEX - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya – Berkaki

Pada KRCI ini kategori beroda dimenangkan oleh Evo 113 dan berkaki oleh Arachnid.

image006.jpg

Arachnid dari Universitas Surabaya, Juara 1 KRCI 2004 Divisi Senior Berkaki

image0041.jpg

Evo 113 dari Polban, Juara 1 KRCI 2004 Divisi Senior Beroda

Pada KRCI kali ini hanya Evo 113 yang berhasil dengan sempurna menyelesaikan tuugasnya dengan waktu yang relatif cepat dan bisa kembali ke tempat start.

Ada cerita menarik dibalik sukses Evo 113.

Langkah Evo 113 menjadi jawara KRCI tidak mulus, setidaknya ada 2 kendala serius yang dialami oleh Robot ini. Pertama adalah rusaknya sensor api yang dimiliki oleh Evo 113 sehingga harus melibatkan istri dari sang dosen pembimbing untuk mengantar spare part dari Bandung ke Jakarta pada jam 11.00 malam. Kedua adalah rusaknya microcontroller robot sehingga harus mengorbankan robot otomatis tim KRI Polban (dan itu adalah robot punya saya, hiks hiks hiks).

Contoh Program Sederhana Robot Pemadam Api (KRCI) dengan BS2 dan OOPIC

Dibuat oleh Mr. Widodo

HP:08569887384

Helo, jika Anda ingin membuat robot cerdas, bahkan ingin mencoba untuk mengikuti KRCI, maka ada beberapa masukan dari saya, antara lain :

  1. Gunakan mikrokontroler yang memiliki fitur yang memuaskan dengan kemampuan memory yang besar, mikro seperti ATMega8535, BasicMicro, dan OOPIC dapat dicoba.
  2. Gunakan Sensor yang berkualitas dengan jumlah yang memadai, semakin banyak sensor dengan algoritma yang bagus semakin baik.
  3. Gunakan sensor penting lainnya seperti UVTRON, TPA81 Thermal array, sharp GP2D02 dll.
  4. Gunakan motor dc atau servo motor kecepatan tinggi dan daya yang besar seperti Hitech, minimal servo continuous parallax, atau mini servo MX35.
  5. Software yang paling enak untuk belajar dari dasar dan gak ruwet, cobalah basic stamp, kalau ingin bahasa assembly, kuasai dulu pemrograman assembly dasar.

Berikut dasar pseudocode konsep membuat robot cerdas

MULAI

INISIALISASI VARIABLE

PANGGIL FUNGSI BACASENSORSHARP
PANGGIL FUNGSI BACAULTRASONIC

PANGGIL FUNGSI BACASENSORAPI

PANGGIL FUNGI SERVOMAJU

BACA SENSOR LAGI

JIKA ADA PENGHALANG DI KIRI BELOK KANAN

JIKA ADA PENGHALAN DI KANAN BELOK KIRI

JIKA NILAI AMBANG API TERCAPAI, BERHENTI

HIDUPKAN KIPAS PEMADAM

DST

Anda dapat bersilahturahmi ke Mr. Widodo untuk melihat contoh robot GATOT KACA yang akan diikutsertakan di KRCI.

KRCI.BS2

'{$STAMP BS2p}

'{$PBASIC 2.5}

' Robot Pemadam Api

'

ping PIN 7

#SELECT $stamp

#CASE BS2,BS2E

trigger CON 5

scale CON $200

#CASE BS2SX, BS2P, BS2PX

trigger CON 13

scale CON $0cd

#ENDSELECT

rawtoin CON 889

rawtocm CON 2257

isHigh CON 1

isLow CON 0

rawDist VAR Word

inches VAR Word

cm VAR Word

val01 VAR Byte ' sensor sebelah kanan

val02 VAR Byte ' sensor sebelah kiri

i VAR Byte ' count variable for loop

'--------------------------------------------------------

' deklarasi konstanta

cl CON 14 ' pin 14 is output (clock) pada sensor Sharp GP2D02 sebelah kanan

dt CON 15 ' pin 15 is the input (data)

c2 CON 12 ' pin 12 is output (clock) pada sensor Sharp GP2D02 sebelah kiri

dt2 CON 13 'pin 13 is the input

'--------------------------------------------------------

' I/O pin setup for detector

INPUT dt ' make pin 15 the input

INPUT dt2

HIGH cl ' make pin 14 output and high

HIGH c2

wDist VAR Word

wDistkanan VAR Word

wDistkiri VAR Word

'sensor srf04 sebelah kanan

INITSRFKANAN CON 10

ECHOSRFKANAN CON 11

'sensor srf04 sebelah kiri

INITSRFKIRI CON 6

ECHOSRFKIRI CON 8

'sensor srf04 belakang robot

INIT CON 4

ECHO CON 5

' berjalan 1 arah 1 uS

'jarak=(echo time)/ faktor konversi

'gunakan 74 inchi (73.74 uS per inchi)

'gunakan 29 untuk sentimeter ( 29.033 per 1 cm)

convfac CON 74 ' use inches

counter VAR Byte

main:

GOSUB PingDepan

inches=rawDist ** RawToIn

cm=rawDist ** RawToCm

DEBUG CRSRXY, 15, 3,

DEC rawDist, CLREOL,

CRSRXY, 15,4,

DEC inches, CLREOL,

CRSRXY, 15,5,

DEC cm, CLREOL

PAUSE 100

GOSUB sr_sonar ' baca jarak depan

GOSUB sharp ' baca jarak sisi samping

DEBUG "Sensor SRF04 belakang:"

DEBUG DEC wDist, CR

DEBUG "Sensor SRF04 kanan:"

DEBUG DEC wDistKanan, CR

DEBUG "Sensor SRF04 kiri:"

DEBUG DEC wDistKiri, CR

‘jika di depan gak ada halangan dan cukup jauh >30cm

IF cm >30 AND val01 <145>

'maju terus

FOR counter = 1 TO 30

PULSOUT 0,1000 ‘arah putaran servo continuous Parallax

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

ENDIF

'jika ada halangan dan sebelah kiri sempit

IF cm<=30 AND val01<140 class="SpellE">wdistKiri < class="SpellE">wdistKanan>8 THEN

'mundur dulu

FOR counter = 1 TO 50

PULSOUT 1,1000

PULSOUT 0,3500

PAUSE 2

NEXT

''belok kanan

FOR counter=1 TO 120

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

ELSE

'selain dari itu

'maju dikit

FOR counter = 1 TO 20

PULSOUT 0,1000

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

IF cm<=30 AND (wdistKiri < wdistKanan) THEN

'mundur dulu

FOR counter = 1 TO 50

PULSOUT 1,1000

PULSOUT 0,3500

PAUSE 2

NEXT

''belok kanan

FOR counter=1 TO 120

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

ELSE

'selain dari itu

'maju dikit

FOR counter = 1 TO 20

PULSOUT 0,1000

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

ENDIF

ENDIF

'jika ada halangan dan sebelah kanan sempit

IF cm<=30 AND wDistKiri >8 AND wDistKanan<8>

'mundur dulu

FOR counter = 1 TO 50

PULSOUT 1,1000

PULSOUT 0,3500

PAUSE 10

NEXT

'belok kiri

FOR counter=1 TO 120

PULSOUT 0,1000

PAUSE 10

NEXT

IF cm<=30 AND val02 <140 class="SpellE">wdistKiri > wdistKanan) THEN

'mundur dulu

FOR counter = 1 TO 50

PULSOUT 1,1000

PULSOUT 0,3500

PAUSE 2

NEXT

'belok kiri

FOR counter=1 TO 120

PULSOUT 0,1000

PAUSE 10

NEXT

ELSE

'selain dari itu

'maju dikit

FOR counter = 1 TO 20

PULSOUT 0,1000

PULSOUT 1,3500

PAUSE 2

NEXT

ENDIF

ENDIF

GOTO main

‘sensor ping di pasang di depan robot

PingDepan:

ping =IsLow

PULSOUT ping, trigger

PULSIN ping, isHigh, rawDist

rawDist=rawDist */Scale

rawDist =rawDist/2

RETURN

inches=rawDist ** RawToIn

cm=rawDist ** RawToCm

DEBUG CRSRXY, 15, 3,

DEC rawDist, CLREOL,

CRSRXY, 15,4,

DEC inches, CLREOL,

CRSRXY, 15,5,

DEC cm, CLREOL

PAUSE 100

‘sensor SRF04

sr_sonar:

PULSOUT INIT,5 ' 10us init pulse

PULSIN ECHO,1,wDist ' measure echo time

wDist=wDist/convfac ' convert to inches

PULSOUT INITSRFKANAN,5

PULSIN ECHOSRFKANAN, 1, WDistkanan

WdistKanan=wDistKanan/convfac

PULSOUT initSRFKIRI,5

PULSIN ECHOSRFKIRI,1 ,wDistKiri

WDistKiri=wDistKiri/convfac

RETURN

‘sensor SHARP

sharp:

GOSUB read01 ' call measurement routine

GOSUB read02

DEBUG "Sensor 1:"

DEBUG DEC val01, CR ' display the value

DEBUG "Sensor 2:"

DEBUG DEC val02, CR

PAUSE 10

RETURN

read01:

LOW cl ' turn on detector for reading

rl:

IF IN15 = 0 THEN rl ' wait for input high

SHIFTIN dt, cl, MSBPOST, [val01]

HIGH cl ' turn detector off

PAUSE 1 ' let detector reset

RETURN

read02:

LOW c2 ' turn on detector for reading

r2:

IF IN13 = 0 THEN r2 ' wait for input high

SHIFTIN dt2, c2, MSBPOST, [val02]

HIGH c2 ' turn detector off

PAUSE 1 ' let detector reset

RETURN

UVTRON.OSC

'

' UVTron Example for OOPic

'

dim uvOut as new oDio1 ' flame indicator

dim uvIn as new oDio1 ' UVTron input

dim uvPEvent as new oEvent ' UV pulse event

dim uvTEvent as new oEvent ' 1-second timer event

dim uvGate1 as new oGate ' UV event buffer

dim uvGate2 as new oGate ' Timer event buffer

dim uvCt as new oByte ' user pulse ct

dim uvCtx as new oByte ' temporary pulse ct

sub main()

call inituv

uvOut.ioline=17

uvOut.direction=cvOutput

do

if (uvCt >= 4) then

uvOut=1

else

uvOut=0

end if

loop

end sub

'------------------------------------------------------

' Event-Driven UVTron Monitoring routines

' uvCt is number of UVTron pulses per second

' (4 is a good flame threshold for stock UVTron)

'

sub inituv()

uvIn.ioline=8

uvIn.direction=cvInput

uvGate1.input1.link(uvIn)

uvGate1.output.link(uvPEvent.operate)

uvGate1.operate=cvtrue

uvGate2.input1.link(oopic.hz1)

uvGate2.output.link(uvTEvent.operate)

uvGate2.operate=cvtrue

uvCtx=0

uvCt=0

end sub

sub uvPEvent_code()

uvCtx=uvCtx+1

end sub

sub uvTEvent_code()

uvCt=uvCtx

uvCtx=0

end sub

Harga OOPI II+ Starter Package Rp 1.4jt.

Harga Kit Robot diatas 1.25 Jt (kit mikro BS2,2 servo, 1 ping dan body robot) ongkos kirim 30rb.

Membuat Robot Explorer Hexapod

(Artikel lengkap baca pada majalah Elkom ed 4)

widodo1.JPG

Widodo Budiharto

Guest Professor Univ. de Bourgogne, Prancis

Pendahuluan

Pada proyek robot kali ini, penulis memaparkan cara membuat robot berkaki 6 (hexapod) menggunakan 3 buah sensor, yaitu 1 sensor jarak SRF04 (Sonar Range Finder) dan 2 bh Sharp GP2D12. Dijamin dechhh penasaran dan menarik untuk dicoba J.

Blok Rangkaian

Robot ini bergerak berdasarkan informasi dari ketiga sensor jarak. Robot ini diharapkan dapat melakukan “eksplorasi” ke daerah yang dilaluinya, untuk memberikan informasi ke “pemiliknya” menggunakan kamera wireless misalnya, oleh karena itu robot ini dinamakan Explorer Hexapod. Gambar di bawah ini menampilkan blok rangkaian yang akan dibuat:




Gambar 1. Blok rangkaian robot Explorer Hexapod

Bahan –bahan

Berikut ini ialah bahan – bahan yang diperlukan, yang paling penting tentunya ialah kerangka dari kaki hexapod ini, yang dapat Anda buat sendiri atau membeli kit yang sudah jadi :

1. 2 buah servo motor HS311

2. Body dan kaki hexapod

(Dapat membeli kit kaki hexapod lengkap dengan 2 bh servo HS311)

3. Min. System ATmega 8535, ATmega16 atau Atmega32

4. Driver Motor DC 293D/ deKits SPC DC Motor

5. 1 sensor jarak ultrasonic SRF 04 (jarak 3cm-3m)

6. 2 sensor jarak infrared SharpGP2D12(10cm -80cm)

7. Tempat baterai 9V 2bh

Berikut ini ialah konstruksi dari kaki hexapod standar, yang digerakkan dari putaran motor servo continuous. Servo ini dikendalikan dari port B.0-3 melalui Driver motor yaitu kit DC motor Driver menggunakan IC L293D (dapat menggunakan juga kit dekits SPC DC Motor) atau jika ingin lebih kuat lagi menggunakan IC H bridge L298. Perlu diingat, kaki servo ini ada 3 pin, cukup gunakan 2 kaki yang menggerakan motor DC di dalam servo tersebut saja.




Gambar 2. Susunan sisi kaki hexapod

Servo HS311 merupakan servo dengan torsi yang cukup besar untuk menggerakkan robot dengan beban maksimal 1.5kg.

Cara kerja

Pertama, kita lihat dulu bagian sensor. Sensor SRF04 digunakan untuk mengetahui jarak depan robot, apakah ada penghalang atau tidak, yang mampu mendeteksi jarak dari 3cm hingga 3 meter. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip gelombang ultrasonic. Pencari jarak ini bekerja dengan cara memancarkan pulsa suara dengan kecepatan suara (0.9 ft/milidetik) berfrekwensi 40 KHz. Keluaran sensor ini dihubungkan ke Port C.0 dan Port C.1, dan dengan nilai trigger input sebesar 10 uS pada pulsa TTL. Alasan mengapa digunakan sensor ini, ialah karena sensor jarak ini paling banyak digunakan pada Kontes Robot Cerdas di Indonesia, sehingga pembaca pemula menjadi familiar. Anda dapat menambah sensor ini hingga 4 buah untuk digunakan pada sisi kanan, kiri dan belakang robot biar lebih akurat.

Gambar 3. Susunan kaki SRF04

Sedangkan 2 sensor infrared GP2D12 di sisi samping kanan dan kiri dapat mengukur jarak sejauh 10cm- 80cm dengan output analog, sehingga dapat langsung dihubungkan ke port A.0 dan port A.1 dari mikrokontroler AVR tersebut. Karakteristik dari sensor ini tidak linear, oleh karena itu idealnya perlu digunakan look up table untuk mengolah raw data dari sensor tersebut.

Hasil pembacaan sensor-sensor jarak ini diolah oleh mikrokontroler, untuk memutuskan gerakan yang akan dilakukan apakah maju, mundur atau belok. Dengan memutarnya servo, menyebabkan bagian kaki yang terhubung ke servo bergerak bergantian sehingga robot dapat berjalan.

Explorer.bas:

‘Program Demo Robot Explorer Hexapod

‘By Mr. Widodo Budiharto

‘Univ. de Bourgogne 2007

‘deklarasi fungsi dan variabel

Declare Sub Initialize_ultrasonic()

Declare Function Ultrasonic_depan() As Integer

Dim Jarakdepan As Integer

Dim Jaraksampingkanan As Word

Dim Jaraksampingkiri As Word

Dim W As Word

Config Portb = Output

Config Portd = Input

Config Portc = Output

Config Adc = Single , Prescaler = Auto , Reference = Avcc 'konfigurasi ADC

Start Adc

Call Initialize_ultrasonic ‘panggil fungsi

Do

‘baca SRF04 untuk jarak depan

…

Print "jarak sampingkiri" ; Jaraksampingkiri

‘Demo jika ada halangan, maka belok kiri

If Jarakdepan > 40 Then

Portb = 8 'maju

Wait 2 ‘delay

Else if jarak depan <40 class="SpellE">jaraksampingkanan >150 then

Portb = 0 'belok kiri

Wait 2

End If

Loop

End

Function Ultrasonic_depan() As Integer

… ' set initial state pin trigger

… ' buat pulsa 5us @ 4 MHz

… ' ukur return pulse

End Function

Sub Initialize_ultrasonic ‘inisialisasi sensor ultrasonik

…

End Sub

Gambar berikut merupakan hasil yang sudah jadi yang dapat berjalan dengan cukup cepat dan kuat karena menggunakan servo torsi tinggi dari Hitec.

A. B.

Gambar 4. Robot in action a). Tampak samping b). Tampak depan

Pengembangan Selanjutnya

Untuk keperluan riset atau hobi, Anda dapat menambahkan kemampuan Artificial Intelligent menggunakan Fuzzy Logic, Algoritma Genetic atau Neural Network, agar robot ini menjadi robot yang cerdas. Silahkan baca artikel selanjutnya mengenai Neural Network di majalah kesayangan Anda ini.

Daftar Pustaka:

1. www.atmel.com

2. www.acroname.com

3. www.hitec.com

4. Delta Hexapod robot

5. Situs-situs dan buku pendukung lainnya.


skema elektro

Hanya dengan 10 komponen elektronika berharga murah sudah cukup untuk menciptakan sebuah kebisingan berupa suara sirine / alarm anti serangan gelap! Cukup sederhana dan cocok buat praktek belajar elektronika bagi para pemula. Skema rangkaiannya silahkan lihat langsung pada gambar di atas, sedangkan daftar komponen yang diperlukan serta PCB untuk menciptakan 'suara berisik' ini silahkan lihat di bawah (klik gambarnya untuk memperbesar tampilan).

Saya yakin kamu tidak akan kesulitan untuk merakit mini alarm ini. Jangan lupa tegangan catu yang dibutuhkan adalah tegangan DC antara 3 hingga 6 volt saja. Jika lebih dari 6 volt suara yang dikeluarkan memang semakin keras tapi transistor Tr2 akan panas dan cepat rusak. Dioda D berfungsi sebagai pencegah frekuensi osilasi alarm di-short-kan oleh catu daya sekaligus sebagai pengaman jika polaritas catu daya yang kita gunakan terpasang terbalik.
Laju lantingan alarm bisa kita atur dengan memutar VR. Jika ingin merubah frekuensi alarm bisa dengan mengganti nilai kapasitor C1. Makin besar nilai C1 akan makin rendah nada frekuensi alarmnya. Gimana bunyi sebenarnya silahkan aja langsung dirakit dan nikmati nada 'indah' yang dihasilkannya nanti... :-D.

Rangkaian sederhana power supply 12 V



Gambar rangkaian di atas dapat anda aplikasikan untuk membuat adaptor atau power suplly dengan tegangan keluaran (V output 12V DC). Power supply di atas hanya dilindungi oleh capasitor sebagai pengaman apabila power supply ini dihubungkan dengan beban pada rangkaian. Maka dari itu saya sarankan memakai capasitor dengan minimal spesifikasi 35V. Untuk daya pengaman power supply yang lebih kita bisa menggunakkan transistor TIP, tapi saya belum membahasnya. Untuk dioda bridge dapat anda susun dari 4 dioda kemudian anda solder menjadi satu bridge rectifier atau anda dapat membeli jadi bridge rectifier yang berbentuk sisir (menyamping) atau kotak. Paling tidak dioda bridge saya sarankan memakai 1 Ampere, dalam rangkaian adaptor, semakin besar ampere diodanya semakin bagus jalannya arus di dalam rangkaian. Dioda bagaikan jalan tol, dan arus sebagai mobil yang melewatinya. Semakin besar dan lebar jalan tol yang ada, semakin cepat arus berjalan dan melalui rangkaian.

Untuk rangkaian power supply 5 V, anda dapat mengganti volt regulator di atas dengan tipe 7805 dan 7905. Aplikasi ini berlaku sama pada rangkaian ini. Untuk variasi rangkaian seperti fuse ataupun switch on/off dapat anda coba sendiri.

+ Transformator 18 V – CT minimal 1 A

+ Capasitor minimal 35 V


Power Supply (Catu Daya)

Power Supply (Catu Daya)

1. Prinsip Kerja Catu Daya Linear

Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC menjadi DC. Pada tulisan kali ini disajikan prinsip rangkaian catu daya (power supply) linier mulai dari rangkaian penyearah yang paling sederhana sampai pada catu daya yang ter-regulasi.

2. PENYEARAH (RECTIFIER)

Prinsip penyearah (rectifier) yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar-1 berikut ini. Transformator (T1) diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan sekundernya.

Rangkaian Penyearah

Pada rangkaian ini, dioda (D1) berperan hanya untuk merubah dari arus AC menjadi DC dan meneruskan tegangan positif ke beban R1. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (full wave) diperlukan transformator dengan center tap (CT) seperti pada gambar-2.

Gelombang Penuh

Tegangan positif phasa yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai common ground.. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti gambar di atas. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya untuk men-catu motor dc yang kecil atau lampu pijar dc, bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai. Walaupun terlihat di sini tegangan ripple dari kedua rangkaian di atas masih sangat besar.

Gelombang Setengah dengan Filter C

Gambar 3 adalah rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor C yang paralel terhadap beban R. Ternyata dengan filter ini bentuk gelombang tegangan keluarnya bisa menjadi rata. Gambar-4 menunjukkan bentuk keluaran tegangan DC dari rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor. Garis b-c kira-kira adalah garis lurus dengan kemiringan tertentu, dimana pada keadaan ini arus untuk beban R1 dicatu oleh tegangan kapasitor. Sebenarnya garis b-c bukanlah garis lurus tetapi eksponensial sesuai dengan sifat pengosongan kapasitor.

Bentuk Gelombang

Kemiringan kurva b-c tergantung dari besar arus (I) yang mengalir ke beban R. Jika arus I = 0 (tidak ada beban) maka kurva b-c akan membentuk garis horizontal. Namun jika beban arus semakin besar, kemiringan kurva b-c akan semakin tajam. Tegangan yang keluar akan berbentuk gigi gergaji dengan tegangan ripple yang besarnya adalah :

Vr = VM -VL

dan tegangan dc ke beban adalah Vdc = VM + Vr/2

Rangkaian penyearah yang baik adalah rangkaian yang memiliki tegangan ripple (Vr) paling kecil. VL adalah tegangan discharge atau pengosongan kapasitor C, sehingga dapat ditulis :

VL = VM e -T/RC

Jika persamaan (3) disubsitusi ke rumus (1), maka diperole

Vr = VM (1 - e -T/RC)

Jika T <<>-T/RC  1 - T/RC

sehingga jika ini disubsitusi ke rumus (4) dapat diperoleh persamaan yang lebih sederhana :

Vr = VM(T/RC)

VM/R tidak lain adalah beban I, sehingga dengan ini terlihat hubungan antara beban arus I dan nilai kapasitor C terhadap tegangan ripple Vr. Perhitungan ini efektif untuk mendapatkan nilai tegangan ripple yang diinginkan.

Vr = I T/C

Rumus ini mengatakan, jika arus beban I semakin besar, maka tegangan ripple akan semakin besar. Sebaliknya jika kapasitansi C semakin besar, tegangan ripple akan semakin kecil. Untuk penyederhanaan biasanya dianggap T=Tp, yaitu periode satu gelombang sinus dari jala-jala listrik yang frekuensinya 50Hz atau 60Hz. Jika frekuensi jala-jala listrik 50Hz, maka T = Tp = 1/f = 1/50 = 0.02 det. Ini berlaku untuk penyearah setengah gelombang. Untuk penyearah gelombang penuh, tentu saja frekuensi gelombangnya dua kali lipat, sehingga T = 1/2 Tp = 0.01 det.

Penyearah gelombang penuh dengan filter C dapat dibuat dengan menambahkan kapasitor pada rangkaian gambar 2. Bisa juga dengan menggunakan transformator yang tanpa CT, tetapi dengan merangkai 4 dioda seperti pada gambar-5 berikut ini.

Gelombang Penuh dengan Filter C

Sebagai contoh, anda mendisain rangkaian penyearah gelombang penuh dari catu jala-jala listrik 220V/50Hz untuk mensuplai beban sebesar 0.5 A. Berapa nilai kapasitor yang diperlukan sehingga rangkaian ini memiliki tegangan ripple yang tidak lebih dari 0.75 Vpp. Jika rumus (7) dibolak-balik maka diperoleh.

C = I.T/Vr = (0.5) (0.01)/0.75 = 6600 uF

Untuk kapasitor yang sebesar ini banyak tersedia tipe elco yang memiliki polaritas dan tegangan kerja maksimum tertentu. Tegangan kerja kapasitor yang digunakan harus lebih besar dari tegangan keluaran catu daya. Anda barangkali sekarang paham mengapa rangkaian audio yang anda buat mendengung, coba periksa kembali rangkaian penyearah catu daya yang anda buat, apakah tegangan ripple ini cukup mengganggu. Jika dipasaran tidak tersedia kapasitor yang demikian besar, tentu bisa dengan memparalel dua atau tiga buah kapasitor.

3. Voltage Regulator

Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan ripple-nya kecil, namun ada masalah stabilitas. Jika tegangan PLN naik/turun, maka tegangan outputnya juga akan naik/turun. Seperti rangkaian penyearah di atas, jika arus semakin besar ternyata tegangan dc keluarnya juga ikut turun. Untuk beberapa aplikasi perubahan tegangan ini cukup mengganggu, sehingga diperlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan keluaran ini menjadi stabil.

Regulator Voltage berfungsi sebagai filter tegangan agar sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu biasanya dalam rangkaian power supply maka IC Regulator tegangan ini selalu dipakai untuk stabilnya outputan tegangan.

Berikut susunan kaki IC regulator tersebut.

IC Regulator

Misalnya 7805 adalah regulator untuk mendapat tegangan +5 volt, 7812 regulator tegangan +12 volt dan seterusnya. Sedangkan seri 79XX misalnya adalah 7905 dan 7912 yang berturut-turut adalah regulator tegangan -5 dan -12 volt.

Selain dari regulator tegangan tetap ada juga IC regulator yang tegangannya dapat diatur. Prinsipnya sama dengan regulator OP-amp yang dikemas dalam satu IC misalnya LM317 untuk regulator variable positif dan LM337 untuk regulator variable negatif. Bedanya resistor R1 dan R2 ada di luar IC, sehingga tegangan keluaran dapat diatur melalui resistor eksternal tersebut.

Rangkaian regulator yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar 6. Pada rangkaian ini, zener bekerja pada daerah breakdown, sehingga menghasilkan tegangan output yang sama dengan tegangan zener atau Vout = Vz. Namun rangkaian ini hanya bermanfaat jika arus beban tidak lebih dari 50mA.

Regulator Zener

Prinsip rangkaian catu daya yang seperti ini disebut shunt regulator, salah satu ciri khasnya adalah komponen regulator yang paralel dengan beban. Ciri lain dari shunt regulator adalah, rentan terhadap short-circuit. Perhatikan jika Vout terhubung singkat (short-circuit) maka arusnya tetap I = Vin/R1. Disamping regulator shunt, ada juga yang disebut dengan regulator seri. Prinsip utama regulator seri seperti rangkaian pada gambar 7 berikut ini. Pada rangkaian ini tegangan keluarannya adalah:

Vout = VZ + VBE

VBE adalah tegangan base-emitor dari transistor Q1 yang besarnya antara 0.2 - 0.7 volt tergantung dari jenis transistor yang digunakan. Dengan mengabaikan arus IB yang mengalir pada base transistor, dapat dihitung besar tahanan R2 yang diperlukan adalah :

R2 = (Vin - Vz)/Iz

Iz adalah arus minimum yang diperlukan oleh dioda zener untuk mencapai tegangan breakdown zener tersebut. Besar arus ini dapat diketahui dari datasheet yang besarnya lebih kurang 20 mA.

Regulator Zener Follower

Jika diperlukan catu arus yang lebih besar, tentu perhitungan arus base IB pada rangkaian di atas tidak bisa diabaikan lagi. Dimana seperti yang diketahui, besar arus IC akan berbanding lurus terhadap arus IB atau dirumuskan dengan IC = bIB. Untuk keperluan itu, transistor Q1 yang dipakai bisa diganti dengan transistor Darlington yang biasanya memiliki nilai b yang cukup besar. Dengan transistor Darlington, arus base yang kecil bisa menghasilkan arus IC yang lebih besar.

Teknik regulasi yang lebih baik lagi adalah dengan menggunakan Op-Amp untuk men-drive transistor Q, seperti pada rangkaian gambar 8. Dioda zener disini tidak langsung memberi umpan ke transistor Q, melainkan sebagai tegangan referensi bagi Op-Amp IC1. Umpan balik pada pin negatif Op-amp adalah cuplikan dari tegangan keluar regulator, yaitu :

Vin(-) = (R2/(R1+R2)) Vout

Jika tegangan keluar Vout menaik, maka tegangan Vin(-) juga akan menaik sampai tegangan ini sama dengan tegangan referensi Vz. Demikian sebaliknya jika tegangan keluar Vout menurun, misalnya karena suplai arus ke beban meningkat, Op-amp akan menjaga kestabilan di titik referensi Vz dengan memberi arus IB ke transistor Q1. Sehingga pada setiap saat Op-amp menjaga kestabilan :

Vin(-) = Vz

Regulator dengan OPM

Dengan mengabaikan tegangan VBE transistor Q1 dan mensubsitusi rumus (11) ke dalam rumus (10) maka diperoleh hubungan matematis :

Vout = ( (R1+R2)/R2) Vz

Pada rangkaian ini tegangan output dapat diatur dengan mengatur besar R1 dan R2.

Sekarang mestinya tidak perlu susah payah lagi mencari op-amp, transistor dan komponen lainnya untuk merealisasikan rangkaian regulator seperti di atas. Karena rangkaian semacam ini sudah dikemas menjadi satu IC regulator tegangan tetap. Saat ini sudah banyak dikenal komponen seri 78XX sebagai regulator tegangan tetap positif dan seri 79XX yang merupakan regulator untuk tegangan tetap negatif. Bahkan komponen ini biasanya sudah dilengkapi dengan pembatas arus (current limiter) dan juga pembatas suhu (thermal shutdown). Komponen ini hanya tiga pin dan dengan menambah beberapa komponen saja sudah dapat menjadi rangkaian catu daya yang ter-regulasi dengan baik.

Regulator dengan IC

Hanya saja perlu diketahui supaya rangkaian regulator dengan IC tersebut bisa bekerja, tegangan input harus lebih besar dari tegangan output regulatornya. Biasanya perbedaan tegangan Vin terhadap Vout yang direkomendasikan ada di dalam datasheet komponen tersebut. Pemakaian heatshink (aluminium pendingin) dianjurkan jika komponen ini dipakai untuk men-catu arus yang besar. Di dalam datasheet, komponen seperti ini maksimum bisa dilewati arus mencapai 1 A.

TEHNIK DASAR DAN ANALISA SERTA CARA MEMPERBAIKI TV


Berikut adalah tehnik dasar bagaimana cara menganalisa kerusakan pada pesawat televisi :

-jenis-jenis kerusakan dan cara mengetahui kerusakan :

1. mati total.
- jika pesawat televisi tiba-tiba mati, pertama kali yang harus dilakukan adalah :
a. buka smua skrup yang ada.
b. lihat apakah fuse/sekering putus,bila putus coba ganti dengan ukuran ampere yang sama trus nyalain. jika fuse putus lagi berarti daerah power suply yang rusak.

cara mengatasinya :
- Coba ukur elco yang paling besar.ukurannya biasanya 100uf/400v.ukur bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika keduanya nyambung kemungkinan diode atau transistornya rusak.

benq lcd monitor Tips bagus teknik dasar service TV

- Coba test/ukur dioda yg ada di dekat saklar on/off,ada 4 buah.pake avometer di skala 10 ohm.ukur bolak-balik.jika nyambung keduanya berarti rusak.ganti dgn ukuran yang sama.
- Coba ukur transistor yang besar,berkaki tiga.ukur kaki nomor 2 dan 3 bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika keduanya nyambung berarti rusak.ganti dengan nomor yang sama.
- jika elco besar diukur sudah tidak nyambung berarti suply udah bagus.coba nyalain lagi
- kalo masih ndak mau nyala coba ukur transistor horizontal yang ada deket plyback.caranya sama dgn diatas.jika rusak ganti dgn nomor yg sama.trus coba nyalain lagi.insyaallh tv dah bisa nyala.

Mencegah Transistor Power Short

Di sini saya akan mengunakan lampu pijar sebagai alat bantu untuk servis barang barang elektronik termasuk salah satunya TV.

Sebagai seorang Teknisi service mungkin telah sering mengalami penggantian transistor power, sekali pasang langsung jebol. Itu di karenakan masih adanya kerusakan di bagian driver atau di load transistor itu sendiri.

Untuk perbaikan masalah seperti diatas itu sebaiknya anda pasang lampu secara seri. Sekring di jaringan listrik atau di PCB modul Power supply di ganti dengan lampu pijar 100Watt itu untuk ukuran TV kurang lebih 29″ , sedangkan untuk 21″ lampu pijar 60 watt juga sudah mencukupi.

clip image001 Mencegah Transistor Power Short

Tujuannya kalau ada beban yang berlebihan akan menyalakan lampu /tidak merusak TR. Pada prakteknya jika TV dalam keadaan normal / berfungsi normal lalu kita pasangi lampu seperti di bawah ini :

Maka lampu akan Nyala sesaat kemudian akan berangsur angsur meredup dan mati yang pada akhirnya Televisi pun akan nyala normal.

Keadaan ini akan berbeda bila kita pasangkan lampu tersebut pada sebuah Televisi yang modul horizontalnya / bagian horizontalnya masih terdapat masalah, lampu tersebut akan menyala terang secara terus menerus yang menandakan adanya short pada rangkaian.

Saya juga pernah mencoba rangkaian ini sewaktu memperbaiki monitor, tetapi ternyata tidak bekerja. Lampu tersebut tetap menyala terang walaupun di rangkaian horizontal sudah tidak terdapat short.

Banyak diantara teman teman teknisi, khususnya yang masih pemula dalam hal service TV terkadang selalu kesulitan dalam mencari penyebab kerusakan.

Berbicara tentang penyebab kerusakan yang mungkin terjadi pada pesawat televisi saya jadi ingin sharing, mungkin ada yang punya pengalaman menarik….

Terkadang banyak teknisi yang begitu dihadapkan pada sebuah kerusakan televisi langsung beraksi dengan Multimeter dan soldernya.Padahal teknik seperti ini salah besar, bisa jadi setelah anda menganalisa sampai sekian lama dan tidak menemukan penyebab kerusakan anda baru menyadari bahwa hanya ada satu kerusakan sepele, steker putus misalnya hehehe ( kebangetan klo emang bner :D )

oscilloscope 4 Tanda kerusakan

ada beberapa indikasi yang bisa dijadikan tanda sebuah kerusakan, berikut beberapa tandanya :

- Penglihatan pada keseluruhan bagian TV. PCB retak, resistor yang terbakar, capasitor elektrolit yang meledak, bunga api yang timbul dari flyback, komponen retak,retak leher tabung, merupakan sedikit dari banyak hal contoh ini.

- Pendengaran,anda dapat mendengar bunyi tik tik dan suara tidak normal dari flyback atau transformator,Elko meledak saat beroperasi atau adanya suara desisan dari tudung tegangan tinggi pada tabung.

- Penciuman, minyak yang bocor dari kondensator dapat menghasilkan bau yang kuat begitu juga dengan resistor atau dioda yang terbakar.Atau adanya bau ozon yang tercium disekitar flyback dapat mangindikasikan adanya kebocoran tegangan tinggi.

- Sentuhan,anda dapat menggunakan jari anda untuk menganalisa suatu kerusakan.Hanya saja anda harus sedikit berhati hati.Pastikan anda selalu mencabut stop kontak sebelum anda melakukan aksi ini.Mengukur normal atau tidaknya panas transistor power misalnya cukup berbahaya jika dilakukan pada saat unit masih dalam keadaan ON. Pastikan juga anda tidak menyentuh tanah pada saat menyentuh komponen yang sensitif terhadap listrik statis, IC MICOM misalnya atau eeprom.


Secara umum komponen elektronika dibagi menjadi dua bagian yaitu: komponen aktif dan komponen pasif.

a) Komponen Pasif

Secara garis besar komponen pasif dibagi menjadi tiga macam yaitu: resistor (R). Inductor (L) dan kapasitor (C).

1) Resistor

Nilai resistansi dapat dilihat dengan membaca kode warna atau dengan alat Multitester.

resistor1 Pengenalan komponen TV

Gambar 60. Resistor

2) Induktor

Induktor adalah kumparan berupa lilitan kawat pada suatu inti. Jenis inductor yang menggunakan lilitan kawat email adalah sebagai berikut.

flyback1 Pengenalan komponen TV

Gambar 61. Trafo Flyback

trafo if Pengenalan komponen TV

Gambar 62. Trafo IF

trafo if1 Pengenalan komponen TV

Gambar 63. Line Filter

switching Pengenalan komponen TV

Gambar 64. Trafo Switching

yoke Pengenalan komponen TV

Gambar 65. Yoke

Kapasitor/Kondensator

Kondensator terdiri dari dua jenis, yaitu kondensator polar dan non polar.

103 1kv capacitor Pengenalan komponen TV cap Pengenalan komponen TV

Gambar 66. Macam-Macam Kondensator

b) Komponen Aktif

1) Dioda

diode Pengenalan komponen TV

Gambar 67. Dioda

Ada berbagai jenis dioda di pasaran, tetapi pada TV umumnya digunakan dioda penyearah (Rectifier) yang terbuat dari germanium dan silicon, LED (Light Emitting Diode) dan dioda zener

2) Transistor

Transistor terdiri dari dua jenis, yaitu PNP dan NPN. Masing-masing jenis tersebut mempunyai tiga kaki ,yaitu basis, kolektor dan emitor.

transistor crossreference Pengenalan komponen TV

Gambar 68. Transistor

3) Integrated Circuit (IC)

IC dibagi dua jenis, yaitu monolitik dan hibrida. IC yang rusak dapat dilihat atau dirasakan dari penampilan fisiknya misalnya: pecah, terlalu panas atau tidak mengantarkan panas (kalor).

touch Pengenalan komponen TV

Gambar 69. Integrated Circuit (IC)


SHORT KATODA DENGAN FILAMENT/HEATER

crt11 TRIK LAYAR CRT TV
Bila ini terjadi ,maka tampilan layar akan menampilkan warna yang tidak normal,kehilangan satu atau dua warna primer (RGB),Juga bila salah satu warna dominan terhadap yg lain dan di sertai garis Blanking.
Penting untuk bisa memastikan beda antara kerusakan pada CRT atau pada blok RGB circuit.
Kita bisa menggunakan alat yang bernama CRT RESTORER GUN ( penembak crt/layar) yang siap pakai.tapi alat tersebut relatif mahal bagi kebanyakan teknisi.
Disini saya coba memberikan sedikit tips berdasar pengalaman saya di meja kerja.
Untuk mengatasi hal ini dimana kaki salah satu katoda short terhadap heater ( ini menyebabkan short terhadap ground juga,karena jalur supply heater berhubungan dgn jalur ground pada FBT).
Solusinya adalah tentunya kita harus memisahkan jalur supply heater ini terhadap ground,bagaimana caranya ? tentunya dengan memberikan jalur suplly tersendiri untuk heater.Dari mana?tidak mungkin kita menggunakan trafo lagi untuk tegangan heater.
Caranya dengan memanfaatkan lebih dari pada fungsi FBT,karena FBT itu adalah sebuah transformator.Untuk mendapatkan tegangan ekstra dari FBT adalah cukup dengan melilitkan beberapa gulung kawat /kabel ke bagian FERRIT dari FBT.hasilnya masih berupa tegangan AC frekwensi tinggi,gunakan dioda IN4007 dan elco 100uF/50V untuk meratakannya.Pastikan sebelumnya bahwa tegangan yg terukur adalah sekitar 6Volt dengan menambah atau mengurangi jumlah lilitan ( biasanya antara 2 sampai 4 lilit).Catatan bahwa rangkaian ini tidak boleh sama sekali berhubungan dengan jalur ground pada PCB TV.

rangkaian 11 TRIK LAYAR CRT TV

Putuskan kedua jalur heater pada pcb RGB ,dan solder dua buah kabel untuk menuju ke rangkaian ini.Buat tempat tersendiri secara rapih .
Cara ini telah menolong saya pada kasus layar CRT SONY Trinitron,baik yg 29″ maupun 20″.

ALTERNATIF SCREEN SUPPLY

rangkaian 22 TRIK LAYAR CRT TV

Screen alternatif adalah cara untuk menggantikan fungsi dari screen FBT yang tidak normal kurang terang/bright atau tak dapat di atur lagi karena sudah di lem secara permanen,ini biasa terjadi pada merek polytron,digitec,samsung dll.
Secara default ,G2 (Screen) mengambil tegangan tinggi searah yang dihasilkan dari FBT bersama dengan tegangan fokus.Keduanya diatur secara internal oleh resisitor dan potensio internal untuk membagi besaran tegangan yang sesuai untuk Focus dan Screen.G2 memerlukan besar tegangan antara 500-100VoltDC,tergantung dari karakteristik CRT.
Untuk dapat menghasilkan tegangan pengganti sebesar ini ,kita dapat mengambil dari titik collector Transistor Horisontal out,karena pada titik ini terdapat tegangan hasil osilasi antara TR dan Lilitan FBT yang cukup besar ( sekitar 1600v ACp-p).karena besaran arus untuk G2 adalah relatif kecil ( hanya dalam ukuran mA),maka aman bagi kita untuk sedikit mengambil arus dan tegangan dari sini.Pun metoda ini juga memang diterapkan oleh SONY yang menggunakan CRT TRINITRON.
Gunakan dioda tegangan tinggi ( disarankan dioda kacang).untuk meratakan tegangan ini.Resistor 100 ohm adalah semata sebagai pembatas juga fuse untuk menghindari terjadinya short pada rangkaian.resistor dan potensiometer pembagi adalah relatif ukurannya,tapi harus dalam batasan ukuran Mega ohm,anda dapat mengganti nilai disini untuk mendapatkan hasil tegangan yg diinginkan.Dulu cara ini banyak saya terapkan pada TV digitec , polytron dan beberapa monitor.
Rangkaian ini sangat mudah di buat dan dapat bekerja dengan baik.

CRT RESTORER

Rangkaian CRT RESTORER disini berguna untuk menghilangkan kebocoran yang terjadi antara katoda-katoda RGB terhadap Grid G1.Jika ini terjadi maka salah satu atau lebih warna akan terlihat lebih dominan terhadap yg lain,dan warna yg lain terlihat sangat lemah/redup,dapat anda ukur /bandingkan tegangan ketiga warna primer tersebut pada posisi TV menyala;yaitu warna yang redup akan terukur lebih rendah terhadap warna yg lain.

Ini di akibatkan adanya partikel-partikel sangat kecil ( microscoptical dust) yg menghambat laju electron dari ketiga Electron Gun CRT.
Cara kerja rangkaian ini adalah memberikan tegangan tinggi negatif sesaat kepada katoda RGB terhadap grid1.proses ini men-sarat kan kondisi CRT masih panas setelah heater diaktifkan sebelumnya agar loncatan electron menjadi mudah.
Konfigurasi rangkaian ini adalah menggunakan saklar DPDT 4 posisi yang harus di modifikasi dahulu menjadi saklar tekan ( tidak mengunci) dengan maksud:

Perhatikan susunan skemanya..

crt restorer TRIK LAYAR CRT TV


Pada saat saklar tidak di tekan,dioda penyearah mengisi elco 2,2uF/350v,katoda dan G1 menuju ke bagian rangkaian Vu meter.Dan tegangan dari trafo 1amp langsung menuju ke heater untuk memanaskan .
Ketika saat saklar di tekan, Elco akan terlepas dari jalur dioda dan akan menghabiskan isinya ke kaki G1 sementara kaki katoda menuju jalur negatif 300V.(memberi tegangan sesaat yang tersimpan dalam elco),sementara itu tegangan heater dari trafo akan otomatis terputus (open).penting untuk diingat bahwa selama proses pengisian tegangan ke katoda ,tegangan heater harus putus.
Pembuatan alat ini harus diletakan pada box plastik agar menghindari terkena setrum,gunakan kaki-kaki soket RGB bekas untuk membuat soket “tusukan” sebanyak 4 buah ,jangan gunakan kabel yg terlalukecil,untuk membuat pegangan tusukan,gunakan plastik sedotan dari air minum mineral ( aqua),potong sepanjang 3cm,masukan kabel-kabelnya kedalam sedotan yg telah dipotong dan selanjutnya solderkan ke kaki bekas soket RGB,dorong kembali kaki soket RGB kedalam sedotan dengan maksud sebagai isolator sekaligus pegangan.
Cara penggunaannya :
1.Masukan dua buah kabel colokan heater
2.Masukan colokan G1 ke pin G1 di CRT .
3.Masukan kaki colokan KATODA ke salah satu kaki CRT yang di duga lemah/rusak
4.Nyalakan alat ini dan tunggu hingga heater menyala untuk memanaskan dahulu
5.Tekan saklar DPDT,sekilas anda perhatikan ada loncatan api di dalam CRT,no problem ,itu adalah proses pembersihan kaki-kaki katoda,ulangi terus sampai tak ada lagi bunga api yg terlihat.
6.Lakukan lagi terhadap katoda warna lain yg dianggap bermasalah, dan jangan di coba menekan saklar pada katoda yg masih normal.dibolehkan apabila di duga kurang normal.
7.kalau masih belum menunjukan kisaran meter ukur yang normal, naikan lagi tegangan heater dgn saklar pemilih ( 6V-7,5v atau 9V) untuk lebih memanaskan heater,harus di coba pada posisi tegangan terendah dulu ,baru kemudian naikan tegangannya.
Sebagai patokan seberapa besar simpangan meter yg normal,dapat anda coba/bandingkan pada crt yg masih bagus untuk diukur tanpa melakukan penge-charge-an.Tandai levelnya.

Meskipun saya sangat suka melakukan perbaikan crt yang sudah gelap dengan alat ini.Tapi tidak di anjurkan bagi para pemula,karena resiko terkena setrum dan putusnya heater adalah bisa saja terjadi.Rangkaian di atas adalah orsinil buatan ZICworkshop .
Selamat mencoba dan anda akan tahu sendiri hasilnya.
Jika pada saat anda bekerja dengan alat ini dan tak berhasil??? ..tenang saja..saya kira CRT tersebut memang sudah tidak bisa di restore.
Saya sarankan untuk selalu mencoba dan gunakan sebagai guru yang paling baik..

Sumber artikel : Zicelectronic

kerusakan pada tabung CRT
salah satunya shortpada G2 (screen) dengan G1. Pada awalnya saya hanya uji coba (untung - untungan).
Sembuh ya bershukur Mati ya sudah. Akhirnya cara yang saya pakai ternyata berhasil.
Uji coba yang saya lakukan pada tabung CRT LG 21″ flat. Sudah berjalan satu tahun, dan sampai sekarang masih baik baik saja

clip image001 Tips ukur CRT TV
caranya sangat mudah :

-Sedot solderan soket CRT (pin G2/screen)
-Lepas kabel fokus dari soket CRT
-Nyalakan TV dan masukan kabel / tegangan fokus ke pin G2 , kira-kira satu detik saja .
-Matikan TV dan ukur (dengan skala x10K) masih ada induksi atau tidak, kalau masih ada bisa di ulangi lagi.

Atau anda juga bisa mencoba untuk memastikan kondisi CRT dengan cara:

1. Heater/filamen crt disupply tegangan kurang-lebih 4 volt(ac atau dc sama saja).

2. Ukur dengan avometer (posisi pada 1kohm):

-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR

-coloh hitam avo pada G1 colok avo merah pada KG

-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR

3. Semakin kecil nilai ohm yang ditunjuk jarum avometer, semakin bagus kondisi crt.

Anda juga bisa melihat artikel trik pada layar CRT di artkel Trik CRT.

Untuk service kerusakan TV Sharp dengan kondisi protec, bang Zic memberikan solusinya sebagai berikut:

tv no merk Sharp TV  Protect

Pertama anda harus bersihkan dulu mainboardnya dengan sikat atau kuas yg dipotong sekitar 2cm,untuk melihat dan memastikan adanya titik solder yg tidak baik,karena titik solder yg kendur akan tergerak dan dapat anda lihat dengan jelas.Gunakan cairan thinner high gloss ( berkualitas bagus dan cepat kering ) untuk membersihkan kotor atau noda pada mainboard.Setelah bersih,periksa semua titik solder di bagian : Vertikal-Regulator/power supply-Flyback. Blok ini adalah yang paling sering terjadi kerusakan titik solder karena panas yang ditimbulkannya.terutama periksa solderan pada bagian kaki IC vertikal dan resistornya.
Ganti IC vertikal jika memang anda yakin rusak atau juga di tandai dengan berubahnya warna resistor vertikal.kerjakan dengan teliti.

Coba nyalakan pesawat TV dan perhatikan,jika masih tidak mau start secara normal ,ikuti langkah berikut ini:
Jika nyala led berwarna merah ke hijau dan berhenti menjadi kuning,kerusakan terjadi pada IC memory (24c04-24c16),ganti dengan yg baru.Setting kembali parameter di dalam servis menu. Jika led berwarna merah terus mati,kerusakan terjadi pada IC utama ( TDA 938psxxx ) atau kehilangan tegangan 3.3volt pada regulator,cek bagian power supply.

Jika berwarna hijau atau merah berkedip-kedip,ada kesalahan dalam IC memory.
ika led berwarna hijau selama 5-10 detik dan kembali merah,ada kegagalan pada bagian horisontal,periksa flyback ( cabut dan ukur dengan multimeter skala 10k pada kaki ground dan kaki yg menuju kolektor TR.output horisontal,jika bergerak meskipun sedikit berarti flyback sudah short.Juga periksa tegangan 180V untuk blok RGB,biasa terjadi kerusakan pada resistor pembatasnya .

Kesimpulan :
TV SHARP yang menggunakan IC utama seri TDA 938PSxxx,umumnya dan sering terjadi kerusakan pada : SOLDERAN YANG KURANG BAGUS, IC VERTIKAL, IC MEMORY,FLYBACK dan REGULATOR.

Tips ini sudah saya praktekan di rumah pada Sharp TV 14″ Universe dan berhasil dengan sukses. Tambahan untuk TV Sharp model ini jika gambar vertikal tidak normal (blank atas dan bawah sekitar 10 cm)coba short pin 6 dan 7 IC Utama (mode service) dan setting ulang vertikalnya ujar bang zic.

Bagi yang awam yang ingin mencoba di rumah Hati-hati ke setrum! ingat di TV masih ada setrum sisa (1-5 Kv) walupun colokan listrik TV sudah di lepas…

Sumber Artikel : Zicelectronic.blogspot.com

Mungkin anda pernah menemukan pada TV Samsung dimana screen pada layar CRT terlalu besar sehingga mengakibatkan gambar menjadi kurang jelas.

Biasanya hal ini bisa disebabkan oleh pengaturan Screen adjust pada Flyback tidak tepat.

Sebenarnya untuk Flyback itu sendiri ada settingan pabrik berapa volt tepatnya tegangan yang diberikan untu screen.

Berikut ini langkah langkahnya :

  • Posisikan TV dalam kondisi Stand by dan masuklah kedalam Factory Mode dengan mengunakan Remote Control.Bagi anda yang belum mengetahui kode remote Samsung anda bisa lihat di Service Code remote di Blog ini.
  • Setelah anda masuk kedalam menu factory mode anda akan lihat adanya option G2 pada layar TV.Masuklah ke dalam pengaturan ini.
  • Putar posisi Screen adjust pada Flyback Sambil anda memperhatikan tampilan layar, sehingga pada layar TV akan tampil pesan ” Screen adjust OK “.

samsung screen adjust Screen Adjust Samsung TV

Demikian cara untuk mengadjust screen pada TV Samsung semoga berguna.

Kerusakan seperti ini banyak terjadi pada TV Samsung keluaran terbaru ( > th 2006 ).Gejala pada TV adalah tidak adanya gambar, hanya terdapat garis horizontal pada layer TV ( maaf tidak ada screen shot nya,,,,,lg males upload hehehe ), tentunya anda sudah paham dengan kerusakan seperti ini bukan !!!

Anda bisa coba ukur tegangan pada IC Vertikal type 78045 dengan lokasi IC 301 pin 2 yang merupakan supply utama IC ini.

ic 301 dz short5 SAMSUNG 21Z45 Garis Horizontal

Seharusnya pada pin ini terdapat tegangan tidak kurang dari 15 Volt.

Bila tegangan 15 Volt ini tidak ada kemungkinan bisa disebabkan oleh shortnya diode zener Dz 301 yang biasanya terletak tidak jauh dari IC vertical.

Apa Anda pernah menemukan TV Samsung model Slim fit dengan kerusakan mati total, Indikasinya adalah tidak adanya tegangan pada Trafo Output Switching sehingga TV mati total.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk model TV ini kebanyakan kerusakan tersebut disebabkan oleh putusnya resistor antara sumber tegangan AC dengan diode penyearah untuk supply IC STR W6750.

Bagi anda yang tidak mengatahui konfigurasi IC ini, berikut saya berikut saya berikan screenshotnya

konfig str 67506 SAMSUNG 21Z40 Mati Total

Bila anda tidak mendapati adanya tegangan pada pin 4 STR 6750 ( <10>

ps mati resistor putus6 SAMSUNG 21Z40 Mati Total

Gambar di atas menunjukkan bagian ini.Bagian yang saya lingkari adalah bagian yang saya maksud.

Volume Suara Tak Terkontrol

tv no merk Goldstar Suara bermasalah

Pada kebanyakan tv GOLDSTAR error pada volume kontrolnya adalah hal yang biasa,hampir rata-rata semua tv GOLDSTAR dengan type awal CA pasti mngalami error pada volume controlnya.

Pada waktu tv di hidupkan,kalo kita tidak menekan tombol OK terlebih dahulu pada front panelnya,maka kita tidak bisa mengontrol volume baik untuk mengurangi atau menambah level suara lewat tombol di tv,kalau via remote control sih ndak ada masalah,tapi kalo sewaktu-waktu remote rusak atau hilang kan repot.

Sedianya kita tuh mau mengurangi volume suara tv tapi yang terjadi malah suara tv menjadi sangat keras,karena tahu-tahu set volume pada posisi level full,kita pencet lagi untuk mengurangi volume eee……..malah nggak ada suara sama sekali,karena lagi-lagi set volume pada posisi minimun atau 0 level,kalau volumenya irih alias pelan kan enak,tapi kalau volumenya gede kan yo mbrebeki tonggo to ya,untuk mengatasi hal tersebut cukup anda ganti dengan yang baru IC02=24C02/A,jangan lupa pasang pula soket IC biar gampang bila sewaktu-waktu ingin mengganti kembali.

Anda pun kini bebas mengotrol volume dan mengakses menu dengan mudah via frot panel tv kamu,Oke Dulur Selamat Berkarya,Sukses buat anda!.l

tv LG Flatron type 21FX4AG-TH dengan kerusakan tak ada gambar/picture tapi suara normal, segera aku bongkar itu tv untuk memastikan penyebab kerusakan sesungguhnya,setelah kubuka casing penutup belakangnya,tv langsung aku hidupkan untuk mengecek apakah heaternya menyala,ternyata heater menyala normal,kemudian aku putar potensio screen di bagian flyback ke posisi maksimum,namun tak ada reaksi yang berarti pada CRT.

Hmmmmm…….apanya ya(gumamku)lalu kuambil multitester untuk memeriksa tegangan pada pin G2 soket CRT,ternyata pada pin G2 CRT tak ada tegangan sama sekali(normalnya ±80v).Aku pikir kemungkinan flybacknya yang rusak,buru-buru langsung aku ganti aja flybacknya yang bertype 6174V-6006V dengan yang baru,kemudian aku coba hidupkan tv sekali lagi,ternyata reaksinya sama saja,tidak ada perubahan sama sekali,lalu kucoba cek tegangan G2 pada soket CRT tanpa tersambung ke CRT,ternyata ada tegangan sebesar±80v,hmmmmm……kok baru kali ini ngadepin kasus kayak gini ya,terus aku pasang lagi soket CRT ke CRT dan aku cek lagi tegangan G2nya ternyata short alias 0v.

Yeeaahhhh…..!ternyata pin G2 short terhadap G1,tanpa pikir panjang aku gunakan metode yang biasa aku gunakan untuk menghilangkan short HV dengan focus,namun pada saat ini aku gunakan untuk menghilangkan short G2 dengan G1 yaitu dengan menahan ujung obeng di dekat pin G2 CRT kira-kira ±0,5cm jaraknya.Dimana obeng tadi sudah aku hubungkan dengan ground CRT,kemudian aku nyalakan tv,mak craaaaak ada loncatan listrik antara ujung obeng dengan pin G2(status soket CRT terlepas dari CRT),kemudian aku pasang kembali soket CRT ke CRT lalu aku hidupkan tv sekali lagi dan mak cliiiiing….tv normal kembali,iiiiiyeeessss….senangnya hatiku,Allhamdulillah ya Allah atas semua petunjukmu Amien!.Semoga bermanfaat bagi anda semua,sukses selalu.

Artikel ini diambil dari www.aisy-romadhona.blogspot.com